Sejak kecil, ketika saya melihat orang demo, yang terlintas di kepala saya adalah bagaimana tuntutan dari pendemo bisa sampai ke pihak yang dituju. Bagaimana tuntutan yang disuarakan di jalanan, yang tidak jelas ke mana arahnya, bisa mengubah keputusan ‘penguasa’ atau pihak yang dituju itu. Kenapa para pendemo itu tidak bertemu langsung dengan pihak yang dituntut saja? Kenapa harus turun ke jalan? Bukannya malah aspirasinya tidak terarah dan buang-buang energi? Seberapa berpengaruh sih aksi mereka terhadap keputusan pihak yang dituntut? Memangnya kenapa pihak tersebut harus mendengarkan aspirasi pendemo? Berkegiatan di kampus dan mengobrol dengan beberapa kawan agaknya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan saya tersebut. Yang jelas, benar pemikiran kecil saya bahwa demo memang membutuhkan banyak energi. Untuk turun ke jalan perlu banyak tenaga, perlu mempersiapkan logistik, perlu memikirkan teknis di lapangan, perlu biaya transportasi, dan sebagainya. Terus kenapa o...
Catatan orang yang suka lupa diri