Langsung ke konten utama

Kenapa Harus Demo?



Sejak kecil, ketika saya melihat orang demo, yang terlintas di kepala saya adalah bagaimana tuntutan dari pendemo bisa sampai ke pihak yang dituju.

Bagaimana tuntutan yang disuarakan di jalanan, yang tidak jelas ke mana arahnya, bisa mengubah keputusan ‘penguasa’ atau pihak yang dituju itu. Kenapa para pendemo itu tidak bertemu langsung dengan pihak yang dituntut saja? Kenapa harus turun ke jalan? Bukannya malah aspirasinya tidak terarah dan buang-buang energi? Seberapa berpengaruh sih aksi mereka terhadap keputusan pihak yang dituntut? Memangnya kenapa pihak tersebut harus mendengarkan aspirasi pendemo?

Berkegiatan di kampus dan mengobrol dengan beberapa kawan agaknya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan saya tersebut.

Yang jelas, benar pemikiran kecil saya bahwa demo memang membutuhkan banyak energi. Untuk turun ke jalan perlu banyak tenaga, perlu mempersiapkan logistik, perlu memikirkan teknis di lapangan, perlu biaya transportasi, dan sebagainya.
Terus kenapa orang-orang masih melakukan demo?

Sejatinya, demo merupakan pilihan terakhir dalam menyampaikan aspirasi. Ya karena demo membutuhkan banyak energi dan biaya tadi. Kalau dengan cara yang lebih mudah sudah bisa tersampaikan, buat apa demo?

Lalu kenapa demo? Sebenarnya, kekuatan dari demo adalah publikasinya. Kenapa harus ke jalan, ya biar semua orang tahu. Kenapa harus rame-rame, ya biar menarik perhatian. Kenapa harus bikin aksi aneh-aneh, ya biar orang-orang pada ngelirik.

Lalu seberapa hebat kekuatan publik ini? Ketika orang tahu, orang akan entah setuju atau tidak setuju dengan argumen pendemo. Jika argumen pendemo cukup kuat dan benar, maka banyak orang akan mendukung, dan terbentuklah opini publik. Ketika opini publik mendukung hal yang dituntut pendemo, maka tekanan akan berada pada pihak yang dituntut. 

Misalnya, perusahaan yang didemo pegawainya untuk kenaikan gaji. Kenaikan gaji pegawai tentu bukan hal yang diinginkan perusahaan, karena akan meningkatkan biaya produksi yang dapat mengurangi keuntungan atau meningkatkan harga barang sehingga permintaan menurun, dan seterusnya. Oleh karena itu, ketika pegawai hanya meminta kenaikan gaji ke perusahaan secara diplomatis, pihak perusahaan cenderung untuk tidak mengubah kebijakannya karena bagaimanapun, pihak perusahaan lah yang sepenuhnya menentukan gaji pegawai. Namun, ketika para pegawai akhirnya menempuh aksi demo, keadaan dapat berubah. Jika tuntutan pegawai memang beralasan, dan terbukti bahwa perusahaan tidak memenuhi hak pegawainya, maka mata masyarakat akan tertuju pada perusahaan tersebut. Pihak perusahaan tentu tidak ingin hal ini terjadi karena dapat memperburuk citra perusahaan dan mempengaruhi penjualan. Pihak pegawai memiliki faktor tawar tambahan ketika ‘mengajak’ publik terlibat. Dengan begitu, pihak perusahaan dapat lebih mempertimbangkan aspirasi para pegawai.

Jadi, poin utama dari demo adalah publikasinya. Dan karena demo membutuhkan banyak energi dan biaya, semestinya demo menjadi pilihan terakhir dalam menyampaikan aspirasi, yaitu ketika jalur formal lainnya telah ditempuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makanlah Buah-buahan Ini Bersama Kulitnya

Tidak semua buah harus dikupas sebelum dimakan, karena kadang-kadang kandungan nutrisi paling tinggi justru terdapat di kulit sehingga sayang kalau dibuang. Beberapa buah justru lebih baik dimakan bersama dengan kulitnya. Berikut adalah beberapa jenis buah yang sebaiknya dimakan bersama kulitnya: 1. Apel Sebuah penelitian di Cornell University menunjukkan bahwa kandungan fitokimia dalam kulit apel 87 persen lebih banyak dibandingkan dalam daging buahnya. Beragam senyawa fitokimia dalam kulit apel merupakan antioksidan yang berkhasiat mencegah kanker.

Tips Menutup Program "Not Responding"

Agan-agan pasti pernah ngalamin ada program yang error atau "not responding", terus harus klik End Now dan nunggu lama. Jengkel banget kan? Nah, kali ini saya mau share bagaimana menutup program yang error atau "not responding" dengan mudah dan cepat. Berikut langkah-langkahnya: 1. Klik kanan pada desktop, pilih New, Shortcut.